“Hei, apa ledakannya berhenti?” tanya Marioth penasaran. Sementara aku masih menutup mataku. Memang suaranya sudah berhenti, namun walaupun berada terlindungi oleh kubah kabut milik Angela, aku masih bisa merasakan aura dari ledakan itu dari sini.
“Apa kau melihatnya sendiri Marioth?” tanya Gilbart dengan nada lirih seperti takut. Wajar saja jika Gilbart takut di saat seperti itu, karena aku pun menutup mataku dua kali saat suara itu terjadi.
“Ya, aku melihatnya sedari tadi, apakah kalian tidak?” aku langsung membuka mataku, menoleh ke arah Marioth. Begitu juga dengan Gilbart dan Noy.
“Apa? Kau benar-benar membuka matamu sejak tadi?”
“Ya, aku rasa itu adalah berkah dari seseorang yang tidak memiliki sihir dalam diri mereka” balas Noy seperti menerangkan sesuatu kepada kami.
“Apa ma