“Kalian para penyusup dan tawanan yang kabur akan dihukum mati. Kalian telah melanggar hukum 33b tentang hak dan kewajiban tahana...” Penjaga itu terus saja berbicara. Namun tanpa intonasi dan bernada datar. Mereka semua bicara tanpa henti mengenai hukum dan aturan yang harus mereka tepati. Yang menjadi perhatianku adalah pedang yang ada di tangan mereka. Sekilas mereka memang mirip seperti manusia. Memiliki kulit dan baju dengan corak coklat khas para penjaga Yagonia. Namun muka mereka sungguh sangat aneh, hitam tanpa kontur ataupun organ seperti mata, mulut, ataupun telinga. Namun entah dengan cara apa mereka bisa berbicara dengan kami. Tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas membuatku cukup muak mendengarkan kata-kata itu.
“Kapan mereka akan berhenti berbicara?” tanya Marioth yang ju