Tau gitu, seharusnya Kiran pergi sejak tadi tanpa harus menunggu Arbis untuk berlama lama yang sesungguhnya tidak berguna. Hah! Rentetan permasalahan Klover semakin lama semakin menumpuk saja, belum kelar satu masalah seolah sudah bertumpuk masalah baru. Hari hari yang semula dipenuhi canda dan tawa berubah menjadi dengusan dan saling membuang muka. Kiran juga tidak pernah membayangkan akan melalui hari hari seperti ini. Ia pikir teman temannya tidak akan mampu untuk tidak saling berbicara lebih dari sehari. Faktanya, saat permasalahan di antara mereka datang secara beruntun dan sudah dalam tahap tidak wajar, mereka ternyata tidak sanggup untuk menghadapinya dengan kepala dingin dan malah saling melibatkan emosi satu sama lain.
Emosi yang terus terusan bersinggungan, serta amarah yang tid