Suasana di meja yang semula hanya akan ditempati Klover berubah menjadi tegang. Meja yang seharusnya hanya berisi canda, tawa, dan obrolan ringan yang biasanya tidak berguna, kali ini terasa mencekam.
Tidak ada yang bersuara, semua sibuk dengan pikiran masing masing. Terdengar deru napas dari seluruh orang yang mengitari meja itu, menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dan menyelesaikan segala kerumitan ini.
Tidak jelas lagi di mana akar permasalahan segala kesalah pahaman ini, sebab seluruhnya sudah tertutup informasi simpang siur yang diragukan kebenarannya.
Kondisi masing masing dari mereka yang terlibat pun sudah di ujung tanduk dan frustasi.
Kiran yang sejak tadi menahan tangisnya, karena tidak menyangka kemungkinan terburuk yang pernah ia pikirkan akhirnya terjadi.
Kali perta