Alih-alih menunggu Raja Heng Louyan menyerang, Rey datang membawa serangan besar. Pukulan keras melayang tepat di wajah Raja Heng Louyan. Penguasa kerajaan itu terpental dan jatuh di atas reruntuhan. Rey mengejarnya lagi dan memberikan serangan tanpa ampun termasuk ingin mencincangnya hidup-hidup. Namun, bersyukur Raja Heng Louyan bisa bertahan tanpa setetes darah yang keluar. Raja Heng Louyan melayang di udara. Dia terbatuk, walau begitu Rey tetap mengejarnya.
"Kau pikir aku akan tinggal diam dan bisa kau kalahkan dengan mudah? Jangan harap!" Raja Heng Louyan menunjuk langit dengan tongkatnya. Seolah-olah mendapat perintah, gemuruh datang bagai badai kegelapan. Pergerakan Rey pun terhenti.
"Aku sudah cukup kesal dan lelah, jadi hentikan candaanmu!" maki Rey keras.
Namun, Guntur itu