Rey dibiarkan tidur dengan penjagaan ketat. Tidak seorang pun yang boleh mendekatinya. Rumah itu dipasang perisai oleh Fang dan yang lain berjaga ketat di luar. Mereka menenangkan penghuni istana dengan cerita dari Vay dan Kal. Mereka yang menyaksikan pertarungan hingga selesai. Tidak satu pun dari mereka yang tidak menangis. Semua mata berkaca-kaca. Kembalinya sihir sudah cukup bagi mereka. Apalagi ditambah hilangnya Heng Louyan yang tidak akan kembali mengancam. Sekarang kedudukan tahta dibiarkan kosong. Tidak ada anggota keluarga yang tersisa. Mereka juga bingung karenanya.
Daripada bingung akan tahta, lebih baik mereka membangun segalanya dari awal. Baik kondisi fisik maupun jiwa mereka telah disesuaikan dengan adanya sihir kembali. Rasa bahagia itu tidak bisa diutarakan dengan kata-