Happy Reading ^_^
***
Argani Rahadyan mengeluarkan pemantik api. Ia dekatkan api tersebut ke sebatang rokok yang terapit di antara jari tengah dan telunjuknya. Ketika rokok itu mulai terbakar, ia mulai mendekatkan ke bibir, lalu menghisapnya. Sepersekian detik kemudian kepulan asap rokok mengelilingi pria yang pikirannya sedang berantakan tersebut.
Ia melirik sekitar dengan tatapan muak. Ia menanti seseorang dan sudah hampir dua puluh menit ia menunggu. Benar-benar orang yang menyusahkan, begitu juga apartemen murahannya yang bahkan tak memiliki CCTV.
Arga mendengus. Dulu ia tidak masalah dengan ketiadaan fasilitas tersebut karena menurutnya memang tidak penting. Tapi siapa sangka di momen yang genting begini keberadaan CCTV pasti akan sangat membantu. Ia benar-benar membayar mahal un