Happy Reading ^_^
***
“Lentera! Lentera!”
Pekikan itu terdengar saat Lentera sedang melepas segala perhiasan yang melingkari tangan dan lehernya. Perempuan itu melirik pintu yang sampai detik ini masih tertutup. Pria itu masih di luar, sedangkan pekikannya sudah sampai telinganya. Hanya ada satu kemungkinan, pria itu sedang bahagia sekali.
Sekitar dua detik kemudian pintu terbuka, masih dengan aura senang yang sama. Lentera langsung melirik sepintas ke arah sang suami agar tidak merasa keberadaannya tidak digubris.
“Kamu senang sekali, Mas? Ada apa?” tanya Lentera. Jujur, ia penasaran sekali. Beberapa waktu belakangan raut wajah Arga seperti awan mendung yang siap meluruhkan hujan badai ke muka bumi. Tapi hari ini secara tiba-tiba awan mendung itu berganti dengan sinar matahari yang m