Rama telah bersiap diri, mengenakan setelan kemeja batik dengan celana panjang. Tak lupa ia memberi sedikit wewangian hingga membuat harum seluruh ruangan. Di kamar itu pula, ada Safya yang sibuk merias wajahnya di depan cermin. Mahkota kepala wanita itu, terlihat lebih anggun dengan gaya sanggul yang ditata pada bagian bawah rambut hitamnya. Rama memperhatikan istrinya yang tengah memoleskan gincu berwarna merah pada bibir yang tipis. Ia memandang dengan raut wajah yang masam. Safya mendapati ekspresi suaminya itu pada bayangan cermin meja rias.
“Mengapa kau bermuka seperti itu? Kamu tidak suka kalau aku berdandan seperti ini? Atau tidak suka kalau aku ikut pergi menemanimu?” tukas Safya dengan tandas.
Rama tersadar akan pandangan Safya yang tidak suka. “Aku tunggu kamu di depan!” ujar