Pagi itu benar-benar hari yang melelahkan. Di tengah hutan tropis Borneo, seorang lelaki tiga puluh enam tahun sudah sibuk mencari kayu bakar. Bukan untuk membakar layaknya hutan gambut guna membuka lahan secara liar. Akan tetapi laki-laki itu diminta istrinya, Helena yang ingin masak besar hari ini. Mas Jo memungut ranting dari dahan yang patah lalu dipotong pendek hingga dikumpulkannya menjadi beberapa onggok kayu basah.
Berjalan-jalan seorang diri dengan cahaya matahari yang sulit untuk menembus lebatnya hutan, membuat mas Jo teringat akan petualangan saat masa lajang. Dulu ia yang paling bersemangat untuk mencari harta karun bersama Rama hingga menapak ke atas bukit. Tapi kini mas Jo justru mendapatkan harta karunnya sendiri berupa kayu bakar yang ditemukan di hutan perantauan. Memori