Bayangan mimpi itu datang lagi. Kehidupan rumah tangga Rama telah berjalan dengan baik dan membahagiakan semua pihak keluarga. Namun setelah berjalan beberapa waktu, pria itu justru dihantui perasaan gelisah di dalam hatinya. Masih ia simpan alamat pertemuan yang tinggal menanti hari esok itu. Di samping istrinya yang tertidur lelap, Rama membaca lagi tulisan pada kertas pemberian Ridwan dua minggu yang lalu.
“Pukul 16.00 - restoran depan hotel Palace.”
Waktunya bertepatan dengan jam pulang di kantor mereka. Bisakah Ridwan sendiri menepati janji yang dibuat olehnya? Namun ternyata, sejak pagi Ridwan tidak masuk kerja. Ia telah menyerahkan surat izin absensi melalui Erna. Begitukah permainan dari seorang Ridwan? Cerita aslinya adalah dia sudah merencanakan hal ini dengan matang, sehingg