"Ini Kila, Tante. Aku mohon, Tante datang ke rumah sakit Anggrek secepatnya. Dasha butuh kehadiran Tante.
"Pasti penyakit anak saya kambuh gara-gara kamu, kan?! Ngaku kamu!"
"Bukan, Tante. Kila tadi mau ambil ponsel yang ketinggalan di kelas tapi Kila malah liat Dasha tergeletak di depan papan tulis. Aku berani bersumpah. Aku tutup teleponnya dulu ya, Tan. Dokter udah keluar."
Kila memencet ikon merah. Setelahnya, ia mengembalikan barang itu pada Arkan.
"Kalian teman pasien?"
"Gimana keadaan Dasha, Dok? Dia baik-baik aja kan? Penyakitnya bisa di atasi kan?" cecar Kila gelisah.
"Teman kamu tidak terselamatkan."
"APA?!" Kila berharap ini hanya mimpi! Dia tidak bisa menerima kenyataan mengejutkan seperti ini. Kemarin dia masih melihat Dasha tersenyum dan berbincang dengan Dania, na