Dasha menarik nafas, kemudian menghembuskannya secara perlahan. "Lusi yang udah bikin penyakit gue kambuh, Sha. Sore kemarin, gue dapet video dan rekaman suara dari nomor nggak dikenal. Setelah gue lihat isi rekaman dan video itu, tiba-tiba Lusi udah ada di sekitar gue. Lusi kunci pintu kelas. Gue diancam. Perut gue ditendang dan itu rasanya sakit..." suara Dasha mengecil di akhir kalimat bersamaan dengan air matanya yang turun. Ia mengusapnya, kemudian kembali berkata, "penyakit gue akhirnya kambuh. Gue memohon ke Lusi buat ambilin inhaler, tapi dia malah diem aja. d**a gue sesak. Oksigen seolah nggak ada saat itu. Dan semuanya gelap."
Kila tercengang mendengarnya. Lusi begitu kejam. Kebencian dirinya pada Gadis itu kini meningkat.
"Gue putuskan untuk pindah sekolah, Kil. Gue trau