"Bunda mau jenguk teman di rumah sakit. Kamu mau ikut?" Sherren mucul dari balik pintu.
"Mau, Bun!" sahut Kila antusias. Ia mengambil tas slempangnya. Sherren tersenyum. Gadis itu memberi energi positif padanya.
"Teman Bunda sakit apa?" tanya Kila penasaran.
"Bukan sakit. Kata putrinya, temen bunda terluka di kepala. Nggak tau penyebabnya apa."
"Kok aneh ya, Bun?"
"Iya. Bunda juga ngerasa aneh."
"Btw, nama temen Bunda siapa?"
"Nyonya, berhubung ini akhir bulan, apa saya harus belanja makanan untuk persediaan bulan depan?" Bi Ima muncul di bawah sana.
Sherren menyahut, "gak usah, Bi. Biar saya dan Sasa yang ke mall nanti. Iya, kan, Sa?"
Kila mengangguk cepat.
"Kami ke rumah sakit ya, Bi. Bibi siap-siap masak makanan buat Mas Glen aja. Paling aku sama Sasa agak malaman pul