Lusi bersyukur sang Kakak telah menyelamatkannya dari Pria mabuk itu.
“Kak, usir dia keluar. Dia orang jahat, Kak.” pinta Lusi.
Fardo menggertakkan gigi. Emosinya sudah berada di ubun-ubun. Dia menendang lagi Ardian supaya keluar.
“Gue ke sini bukan tanpa alasan. Adik lo nyuruh gue, tapi pembayarannya belum lunas.” Setelah dipukuli, akhirnya kesadaran Ardian kembali sehingga bisa mengatakan kata barusan.
Fardo kini menatap Sang adik. Meminta penjelasan.
Lusi gelagapan. Jangan sampai hal itu terbongkar. “di—dia bohong, Kak! Percaya sama aku. Aku aja baru ketemu sama dia. Lagian buat apa aku nyuruh dia buat ngelakuin sesuatu?” ucapnya panik.
“Lo denger?” Fardo berganti memandang Ardian yang perlahan berdiri sambil menepuk-nepuk sikunya yang kotor.
“Lo dengan mudah percaya gi