Kila tersenyum sumringah menyambut kedatangan Arkan, sedangkan Naufal bertanya-tanya mengapa Cowok itu ada di rumah ini.
“Ada apa, Air? Jangan bilang mau nanyain tentang makanan. Gue udah makan soalnya.”
“Gue disuruh Tante Sheren, Sa. Bilang aja lo mau makan apa.”
“Enggak harus bubur, kan?”
“Iya.”
“Eum, steak?”
“Gak boleh. Terlalu berat buat dicerna. Nggak bagus buat perut lo, Sa.”
“Hamburger?”
“Ada dagingnya itu.”
“Mie?”
“No.”
“Ish! Terus gue harus makan apa kalau enggak boleh semua?” Kila mendengus kesal. Ia melipat tangan di d**a, membuang muka.
Naufal diam dalam keheranan. Jadi Mereka berdua selama ini tinggal se atap? Atau... Arkan memang tinggal di sini sebagai pembantu?
“Masakin sup aja. Jangan dikasih seledri. Dia enggak suka. Ya, kan, La?” Naufal memberi solus