Sebentar lagi akan selesai, sayang." bujuk Glen. Ia memandang Sekretarisnya. "Berapa menit lagi rapatnya akan selesai?" tanya Glen, nada bicaranya berubah jadi serius.
"Dua puluh menit lagi, Pak."
"Kamu dengar, sayang? Bisa, kan, kamu menunggu dulu?" Glen kembali menatap Sheren. "Setelah itu, kita mencari putra kita bersama-sama. Oke?"
Sheren akhirnya luluh usai melihat tatapan tulus suaminya. Dia duduk di bangku yang tidak jauh darinya.
Glen tersenyum lega. Ia masuk kembali ke ruangan rapat, melanjutkan perkerjaannya.
***
"Cewek-cewek cantik, bolehkah Angga yang ganteng ini ikut gabung bersama kalian?" Cowok berkulit kuning langsat itu menaikturunkan alisnya. Ia duduk disusul oleh Arkan.
"Boleh." sahut Kila.
"Ingat ada pacar. Cha, kok lo diem aja? Geplak kepala dia biar sad