Suara ketukan pintu di depan sana terdengar. Lusi lega. Setidaknya dia bisa lari!
"Tolong--"
"Diem." Ardian memperingati.
Lusi merapatkan bibirnya. Wajah Ardian menyeramkan membuat nyali Lusi menciut seketika.
"Lo tetap di sini atau gue akan berbuat sesuatu yang bakal lo inget seumur hidup." ancam Ardian tak main-main.
Lusi mengangguk ketakutan.
Sebelum Ardian membuka pintu, dia mengambil tali dan juga kain lap yang biasa dipakai untuk membersihkan dapur. Ardian mengikat tangan dan kedua kaki Lusi. Jangan lupa, pria itu menyumpal mulut Lusi agar tidak bisa berteriak.
Ardian melangkah lebar ke pintu depan. Tanpa babibu, dia segera membukanya. Tampaklah dua orang perempuan dan laki-laki. Dia tidak mengenalnya.
Glen menatap istrinya tidak mengerti. Bagaimana tidak? Laki