Fardo memberi air minum pada Adiknya. Lusi meminumnya hingga habis tak tersisa. Kini rasa takutnya semakin menjadi. Beruntung, hari ini ada Kakaknya yang menolong, tapi entah di lain waktu. Mungkin nasibnya akan buruk.
“Jelasin. Siapa Pria itu? Kenapa tiba-tiba ganggu lo? “
“Dia orang suruhannya Kila buat balas dendam, Kak! Laki-laki itu bilang sendiri ke aku.”
“Balas dendam?”
“Kakak lupa? Kakak waktu itu, kan, nyerang dia di rumah sakit.” jawab Lusi menggebu-gebu.
“Gak—“
“Kakak gak percaya? Andai aja aku pegang HP tadi. Pasti udah aku rekam perkataan dia.”
Fardo diam sejenak. Namun, ucapan Lusi memang masuk akal.
“Kita harus bikin Pria itu pergi dari hidup kita, Kak. Aku nggak bisa bayangin lagi, apa yang dia lakukan selanjutnya. Aku takut, Kak. Tadi aja aku hampir dil