Fardo memerhatikan kamarnya. Desainnya tidak terlalu norak. Ia juga menyukai warnanya. Fardo merebahkan diri di kasur yang empuk itu.
Nyaman.
Tapi seketika dia ingat Lusi, adiknya itu pasti mencari. Ia lupa memberi kabar. Segera dia mengambil ponsel. Baru saja akan mencari nomor kontak Adiknya, ia justru mendapat telefon. Siapa lagi kalau bukan dari Lusi.
"Halo, Kakak di mana? Keadaan Kakak gimana? Kak, ini udah jam tiga pagi loh. Aku nungguin kakak dari tadi."
"Gue baik-baik aja. Besok pagi gue bakal ke vila lo. Di sana aman, kan? Om-om itu gak tau keberadaan lo?"
"Enggak, Kak. Tapi sampe sekarang aku belum bisa tidur. Kakak pulangnya kapan? Temenin aku di sini, Kak."
"Hari ini gue gak pulang. Besok gue jemput lo."
"Kenapa nggak pulang? Kakak nginep di mana? Di rumah Geri? A