Kila menggigit bibir bawahnya. Ya Tuhan, apa dia harus mengatakan yang sebenarnya? Kalau iya, semoga keadaan Yuni baik-baik saja usai mendengar kabar ini.
"Kila?"
Gadis itu tersentak kala namanya dipanggil.
"Cucu Ibu laki-laki atau perempuan? Kenapa kamu tidak mengajaknya ke rumah ini? Dia sekarang pasti sudah bisa merangkak."
"Beberapa bulan yang lalu, Kila..." ia tidak bisa melanjutkan. Kila menarik nafas dalam-dalam, ia menghembuskan secara perlahan. Sementara Yuni terus memerhatikan.
"Keguguran."
"Apa? Bilang kamu cuma bercanda doang. Kenapa kamu keguguran? Bagaimana bisa?" tersirat kekecewaan di mata Yuni.
"Malam itu, setelah Tante usir aku dari rumah ini, aku berusaha untuk bertahan hidup, Tan. Aku gak punya rumah ataupun keluarga. Tapi Bian datang. Dia bawa aku paka