Jari telunjuk Fardo memencet bel tersebut secara berulang kali. Tak lama, Bi Ima datang membukakan pintu. Ia menatap Fardo dan Lusi secara bergantian.
Fardo melengos begitupun Lusi. Mereka tidak mau menyapa Bi Ima.
"Rangga sudah datang, Mas." kata Sheren pada sang suami. Namun saat melihat Lusi di samping putranya, Sheren menjadi bingung.
Glen bangkit. Dia mendatangi Fardo dan juga Lusi.
"Kamu Lusi, kan?" tanya Sheren memastikan. Entah mengapa, ingatannya akhir-akhir ini begitu lemah.
"Iya,"
"Dia Rangga? Bagaimana kamu bisa yakin? Kamu bahkan tidak memiliki bukti." ujar Glen pada Sheren. Meski wajah Fardo terlihat agak mirip dengannya, tapi dia tetap perlu bukti. Siapa tau saja, Anak itu sebenarnya bukan Rangga.
"Kamu ini kenapa tidak percaya, sih, Mas? Jelas-jelas wajah Fa