Lusi dan Fardo masuk ke dalam mobil. Itupun dibukakan oleh Arumi. Lain dengan Kila, Cewek itu membuka pintu sendiri. Sheren yang melihat perlakuan sangat berbeda itu langsung merasa geram. Satu langkah lagi Arkan masuk ke mobil. Arumi justru menghadang di hadapannya. "Mau apa kamu? Mau ikut naik begitu? Kamu ngaca tidak sih? Kamu itu hanya anak pembantu. Kamu pantasnya menaiki angkutan umum. Pergi. Jangan naik mobil ini. Bisa-bisa di dalamnya langsung tercemar kuman dari tubuh kamu." ujar Arumi sinis.
"Ibu!" Sheren tidak tahan lagi. Terpaksa dia membentak.
"Apa? Lama kelamaan kamu durhaka gara-gara anak pembantu dan anak buangan itu, ya. Kamu pasti sudah tertular sikap tidak baik Mereka." sahut Arumi makin pedas.
Sheren menghembuskan nafas panjang. Ia harus sabar menghadapi si