“Arkan?” tanya Shinta memastikan. Ia takut salah dengar.
“Iya,”
“Oke-oke. Tunggu, ya.” Shinta ngibrit ke luar UKS.
Kini di ruangan itu hanya tersisa Mereka berdua. Kila memalingkan muka ke arah lain.
“La, aku mau ngomong sesuatu. Menghadap sini dong."
Kila merotasikan bola matanya. Ia beralih memandang Naufal. “Lusi pasti nyariin lo. Lo enggak berniat buat samperin dia, Fal?” Kila berusaha untuk mengontrol gaya bicaranya agar terdengar normal.
"Dia bukan Lusi. Dia Sheina.”
“Iya, tapi dia tetap pacar lo.”
“Aku sama Lusi udah putus beberapa minggu lalu. Sekarang, enggak ada yang bakal ganggu kita lagi, La. Lusi kelihatannya juga udah move on.”
“Itu Cuma kelihatannya, Fal. Bukan kenyataannya. Kita nggak tau isi hati dia gimana. Kenapa lo mutusin Lusi? Jangan bilang itu d