“Angga! Berhenti. Gue mau tanya sesuatu.” Kila menghadang langkah Cowok tersebut. Ia berdiri di hadapan Angga dengan satu kakinya. Sedangkan kaki yang satunya itu masih terasa sakit jika digunakan untuk berjalan.
“Kenapa? Pasti mau nanya Icha di mana, kan? Perasaan dia udah masuk ke kelas,” ucap Angga.
Kila mengibaskan tangan. “Bukan. Gue mau tanya soal kemarin.”
“Kemarin? Apa?”
“Icha nyariin lo. Gue berusaha telefon lo, tapi HP lo enggak aktif.”
“Lo telefon gue? Masa sih. Bentar, gue liat dulu.” Angga merogoh saku. Ia mengeluarkan ponselnya. Angga memasang ekspresi terkejut. “oh, bener. Maaf, ya, gue nggak bisa angkat telefon lo. Kemarin gue gak ada waktu buat buka HP.”
“Terus kenapa lo enggak nemuin Icha? Dia khawatir banget sama keadaan lo.”
“Kemarin—“
“Kemarin kenapa lo