“Beneran lo enggak kenal nomor ini? Jawab jujur.”
Geri mengambil ponsel Fardo. Dia mengamati sejenak. “gak kenal. Emang kenapa?”
“Putar videonya.”
“Video apa nih bos?” Geri menyeringai, namun ketika dia membuka video itu, ia terperanjat. Responsnya sama dengan Lusi. “gila, bro! Yang ngirim pasti psikocak.”
“Gue penasaran. Siapa orang yang berani nerror gue.” Fardo menggertakkan gigi membuat Geri menelan saliva dengan susah payah.
“Kenapa nggak lo lacak aja? Kan, lo bisa tau di mana lokasi dia.”
“Kalau gue udah lacak dan ketemu lokasi orang itu, gue nggak bakal tanya lo, Ger.”
“Apa jangan-jangan ini ulah geng sekolah sebelah?”
“Gak ada yang tau nomor gue selain lo, Kael, sama adik gue.”
Geri mengusap dagunya, ia berpikir. “apa di sekolah ini lo punya musuh? Cewek atau cowo