"Jawab! Nomor lo pasti, kan?!" Fardo mendatangi Naufal. Nafasnya memburu menandakan dirinya benar-benar marah.
"Cih, ngapain juga gue neror lo."
"Jangan bohong. Cuma lo satu-satunya tersangka yang tersisa."
"Idih. Lo yakin banget sama feeling lo itu? Gue yakin, feeling lo seratus persen salah." Naufal pergi. Fardo justru menendang punggung Naufal dari belakang. Spontan Naufal terjatuh dengan posisi tengkurap.
"Sial." tangan Naufal mengepal erat. Ia tak mau kalah begitu saja. Cukup di masa lalu dia selalu kalah, tapi untuk sekarang, tidak!
Keduanya bertengkar. Saling meninju satu sama lain. Lokasi Mereka di belakang markas Fardo. Di sana jarang dilewati oleh banyak murid sebab Mereka sangat anti ke markas milik geng yang ketuanya Foto itu. Usai melintasi markas ini, siapapun Mere