"Diem. Lo mau pipi lo bersih enggak?” Kila mengusap rahang Arkan menggunakan tissue yang sudah dibubuhi micellar water. Kila mencondongkan tubuh, membuat Arkan gugup sebab jaraknya sedekat ini.
“Sa—“
“Sebentar lagi selesai kok."
"Aduh, pelan-pelan napa."
Kila mendengus. "Cowok, kok, lemah."
"Enggak, ya."
"Iya udah diem. Makanya jadi Cowok itu jangan kegantengan. Jadinya gini, kan,"
"Cowok wajib ganteng, lah. Karena zaman sekarang, Cewek sukanya yang good looking.* ujar Arkan.
"Cowok juga. Mereka bilang, 'aku enggak pernah mandang fisik, kok, sayang', tapi nyatanya Mereka mutusin pacarnya gara-gara malu jalan berdua karena si cewek jerawatan lah, item lah, terlalu gemuk, lah." jelas Kila merasa miris. "tapi percuma ganteng kalau akhlaknya nol."
Kaca mobil diketuk. Kila t