"Sheina, berhubung hari ini libur, kamu mau Ibu ajak ke mall?"
"Mall? Mau dong, Ibu." Lusi menjerit senang di dalam hati. Ah, entah sudah berapa lama dia tidak ke tempat itu dan memborong semua barang yang ada di sana!
"Bagus. Sekarang siap-siap, oke?" Sheren tersenyum manis. Lusi balas senyum pula.
Pintu kamar ditutup. Lusi membekap mulutnya sendiri, menahan teriakan yang akan keluar. Ia naik ke ranjang, kemudian lompat-lompat di sana.
"Assalamu'alaikum," seseorang mengetuk pelan pintu kamar Lusi.
Lusi terperangah. Ia perlahan duduk, berpura-pura lagi menjadi gadis manis nan baik. "Masuk,"
Pintu dibuka. Tampak Bi Ima membawa sebuah kotak besar sekaligus tipis. Sepertinya di dalam kotak itu adalah sebuah gaun. Lusi tahu lantaran ia pernah diberi kado yang bentuknya sama per