"Sheina? Gaun yang Ayah kamu beliin mana?" Sheren memandangi penampilan Sang putri. Rok mini di atas lutut dan baju warna terang yang begitu ketat. Ini bukan style yang disukai Sheina. Dia tahu betul selera Putrinya.
"Bi Ima tadi jatuhin gaunnya, Ibu. Terus jadi kotor penuh lumpur. Semalam, kan, hujan deras."
"Jatuhin? Bagaimana bisa?" Sheren kaget. Padahal saya lihat jelas kamu sudah menerima gaun itu, lanjutnya dalam batin.
"Ya, enggak tau, Bu. Udah, lebih baik kita berangkat aja yuk!" seru Lusi terdengar begitu semangat.
"Sebentar, kita nunggu Ayah kamu dulu." Sheren kembali duduk di sofa.
Lusi pun menyusul. Kakinya tidak bisa diam, menandakan kalau dia sudah tidak sabar.
"Kak Rangga mana?" tanya Sheren mendadak.
Lusi gelagapan. Oh, Tuhan, bagaimana ini?! Kakaknya i