"PEMBOHONG!"
Suara tamparan sekaligus bentakan Sheren bergema membuat orang di sekitarnya terdiam.
Lusi tersungkur ke bawah. Ia memegangi pipinya yang terasa begitu panas. "Ibu. Ibu kenapa?" paraunya dengan mata memanas.
"Saya bukan Ibu kamu!"
"Sheren! Ada apa?" Glen kaget menyaksikan tindakan tiba-tiba sang Istri.
"Dia pembohong, Mas! Dia dan Kakaknya membohongi kita." kedua mata Sheren berkaca-kaca. Dadanya sesak.
"Berbohong apa, sayang? Tenang, kamu tenang dulu, oke? Jangan membuat keributan di sini."
"Bagaimana aku bisa tenang? Dia sudah membohongi kita, Mas! Dia bukan Sheina dan Laki-laki itu bukan Rangga!"
"A--apa?"
"Lihat ini!" Sheren menyerahkan ponsel miliknya. Glen segera memutar video tersebut. Puluhan detik kemudian, rautnya sama tercengangnya.
"Ikut saya!