"Arkan! Nomor Naufal mana?! Kok nggak ada?!" tanya Kila dengan heboh.
"Ya, enggak tau."
"Lo hapus nomor dia, ya?!" todong Kila
"Fitnah lebih kejam daripada membunuh semut."
"Gue tanya serius, Ar. Kenapa lo hapus nomor dia coba? Salah Naufal apa?"
"Udah gue bilang, nggak tau." Arkan memasang sabuk pengaman, lantas mulai menjalankan mobilnya.
"Bohong. Masa iya nomor bisa hilang sendiri?"
"Paling lo nya aja yang lupa. Mungkin lo nggak sengaja hapus nomor itu, terus nomornya ilang deh." jawab Arkan dengan nada santai, pandangannya tetap mengarah ke depan.
"Arkan nyebelin sih." Kila mendecak. Ia melipat tangannya di d**a.
"Nggak usah hubungin dia apa susahnya. Hidup kok dibikin emosi."
"Nggik isih hibingin dii ipi sisihnyi. Hidip kik dibikin imisi." ujar Kila, menirukan gay