Sungguh, Anya merasa bersalah. Dua orang di dekatnya ini malah bertengkar. Ia tidak berniat membuat Mereka adu mulut.
"Aku mau keluar!" teriak Anya.
Arkan memandang Anya dari kaca atas. "Jangan. Ini sebentar lagi sampai."
"Gak mau. Izinin aku keluar atau aku lompat dari mobil ini." ancam Anya, tidak sungguh-sungguh, hanya untuk menakuti saja.
"Tuh kan, Ar. Jangan dipaksa. Dia nggak mau." ujar Kila membuat Anya mengangguk.
"Aku lompat nih!" Anya berusaha membuka pintu mobil. Jujur, dia tidak tahu cara membukanya! Karena baru pertama kali dia menaiki mobil.
"Jangan. Jangan nekat, Shei." Arkan panik. Dengan terpaksa, dia menghentikan mobil.
"Makasih buat tumpangannya." ujar Anya sebelum pergi. Kila mendesau lega. Ia diam-diam menatap Arkan, tampaknya Cowok itu marah.
Arkan la