Melihat mangsanya berjalan sendirian dan suasana kebetulan sepi, Fardo bersiap. Dia memakai topeng hitam, lantas menjalankan motornya. Dia langsung mencegah langkah Wanita paruh baya itu. Dengan gesit, dia mengambil tas yang digenggam wanita tersebut.
“PENCOPET! Tolong!”
Fardo mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Berhasil! Dia sangat puas. Sampai di tempat yang jauh dari lokasi tadi, Fardo melepaskan topeng. Ia mulai membuka tas hasil curiannya itu.
Damn!
Isinya ponsel, dompet yang berisi beberapa lembar, dan tidak banyak alat make up.
Dia mengambil uang itu. Sedangkan yang lainnya, dia memilih untuk dikembalikan kembali ke dalam tas.
Fardo segera ke warung makan yang ada di sembrang jalan sana. Dia memesan dia bungkus untuk dirinya dan Lusi.
Haram. Memang dia mencari u