“Mama kabarnya gimana? Pasti bahagia di sana sama Ayah dan Aiden, ya?”
“Selamat ulang tahun yang ke 39, Ma.”
“Mama tau? Aku buatin kue untuk pertama kalinya buat Mama lho. Inget, ini buat sendiri, Ma. Bukan beli loh, ya.”
“Ayo, Ma, tiup lilinnya.”
Kila terasa sesak. Netranya kini memanas. Bulir bening itu akhirnya lolos kemudian turun dari kelopak matanya. Namun, sudut bibirnya berusaha untuk tetap terangkat. Kila tidak henti memandang foto yang terpampang di hadapannya. Foto keluarga yang lengkap. Dia merindukan kebersamaan itu.
“Aku baik-baik aja kok, Ma. Tenang,” ujarnya seraya mengusap air mata yang telah membasahi pipi. Kila lantas meniup lilinnya.
“Sekali lagi, selamat ulang tahun, ya, Ma. Gak nyangka. Tahun lalu, Mama masih di samping aku. Mama selalu ngomelin aku ka