Anya memandangi setiap sudut rumah yang sedang ia pijak sekarang. Rasanya sangat tidak asing.
Anya merasa... dejavu.
"Anya, lo datang? Duduk sini." Kila menepuk-nepuk sofa di sampingnya.
"I--iya, Al," jawab Anya grogi. Pada akhirnya, dia duduk di sebelah Kila.
Sedangkan Arkan? Dia tengah ganti baju.
"Silakan diminum dulu, An."
"Enggak. Makasih sebelumnya, tapi aku udah minum tadi." tolak Anya secara halus.
"Oh, oke. By the way, buat apa lo ke sini, An?"
"Aku nggak tau. Arkan yang bawa aku ke rumah ini." Anya menjeda. "Kamu pasti saudaranya Arkan, ya?" lanjutnya bertanya pada Kila.
"Bu--"
"Maaf udah bikin kamu nunggu lama." Arkan datang. Tanpa rasa bersalah, dia memotong kalimat yang akan diucapkan Kila.
"Gak apa-apa."
"Tante Sheren sebentar lagi pulang. Kamu ber