BRUK!
Aku terjatuh, kaki ku terasa sakit, orang yang tadi mengejar sudah tidak ada, di dalam hutan yang gelap ini, bulan menyinari dengan cahayanya, dipenuhi dengan hujan yang begitu deras, aku memaksakan kaki ku untuk bangun, menatap ke langit dan memohon
"Kuhomon jawablah, siapakah aku sebenarnya" aku mengepalkan kedua tangan ku, dan ku taruh di d**a, berharap siapapun yang mendengarnya dapat menolong ku, namun aku tidak tahu bahwa harapanku itu nanti akan sia sia
Dengan bingung aku terus jalan maju ke depan, tanpa tahu arah, tanpa di temani siapa siapa, aku kedinginan, kelaparan, kaki ku sakit akibat jatuh tadi.
Orang yang tadi mengejar ku, dia bukanlah manusia, mungkin wujudnya memang sama, tapi aku seakan bisa merasakan bahwa dia bukanlah manusia.
Disaat aku berjalan tanpa tahu arah, orang yang tadi mengejarku mulai mengejar lagi, aku panik dan ketakutan, tanpa pikir panjang aku langsung berlari, memaksakan kaki ku meskipun terasa sakit.
Tanpa aku sadari orang yang tadi mengejarku hilang, seakan akan ditelan oleh deras nya hujan, aku gunakan kesempatan itu untuk berlari sekencang kencangnya, hingga aku menemukan rumah, rumah itu tidak terlalu besar mungkin hanya 2 kamar saja, pintu depan yang sudah engkol, dinding kayu luar sudah merapuh, namun atapnya masih utuh, seperti di perbaiki kemarin.
Aku tidak punya pilihan lain selain memasuki rumah itu, aku pun mengetuk pintu 3 kali
Tok
Tok
Tok
Hening, tidak ada jawaban, aku mengintip sedikit ke jendela supaya memastikan, namun tidak ada siapa siapa, aku pun membuka pintu yang engkol tersebut, dan benar ternyata di sana tidak ada siapa siapa
Di dalam rumah tersebut semua di tata begitu rapih, bahkan aku tidak menemukan debu sekalipun, perapian yang menyala membuat aku tambah yakin bahwa seseorang pasti tinggal disini, namun tanpa pikir panjang aku langsung memasuki sebuah kamar, karena begitu ngantuk aku pun tidur.