"Kereta bayinya lucu Mas ..." ujar Ana sembari mengacungi salah satu kereta bayi yang dipajang di sebuah toko perelengkapan bayi, di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta.
Ana dan Eza baru saja selesai makan siang. Eza sengaja tidak pergi ke kantor karena harus mengantar Ana untuk melakukan check up kandungan dan juga USG.
"Kamu mau?"
"Gak, nanti saja. Masih terlalu lama."
"Gak apa-apa kita bisa simpen dulu."
"Gak usah, nanti pas anak kita lahir siapa tau ada model baru."
Ana kembali melangkahkan kakinya, menjauh dari hadapan toko perlengkapan bayi itu.
"Tinggal beli lagi." Ujar Eza enteng.
Ana menggeleng heran dengan ucapan Eza yang begitu mudahnya untuk mengahbiskan uang miliknya itu.
"Kamu kayak Sheila aja." celetuk Ana.
Ya, Ana teringat akan kejadian tempo