Ana masih menutup mulutnya, tak sepatah katapun ia ucapkan setelah kejadian tadi. Sikap Ana yang seperti ini justru membuat Eza takut, pasalnya ekspresi wajah Ana sama sekali tidak menampakan kemarahan.
"Kalian sudah pulang?" Mamah Eza menyapa Ana dan Eza yang baru saja masuk.
"Sudah, Ma. Mamah sudah makan siang?" Ana balik bertanya pada mamah mertuanya itu.
"Sudah, tadi si bibi angetin pangsit yang kamu buat kemarin."
Setelah usia kehamilan Ana melewati fase tiga bulan, Ana tak lagi merasa mual saat masuk dapur, ia mulai kembali memasak dan membuat makanan ringan untuk disantap oleh keluarga Eza.
"Oh, iya, mas, ada pangsit kuah, mas mau makan?"
Eza yang tidak menyangka kalau Ana akan menanyakan hal ini, tamoak seidkit gugup, "Iya, An, boleh."
"Ya sudah, saya ganti baju dulu."