"Ini bu uangnya,"
Frea menarjk koper berisi uang yang diberikan oleh asistennya tadi.
"Sudah sesuai yang saya minta?"
"Sudah, Bu." Laki-laki bersetelan jas yang begitu rapi itu mengangguk.
"Sekarang, atur waktu untuk kita bertemu, kita harus bergerak cepat."
"Semua sudah kami siapkan, kami tinggal menunggu perintah ibu Frea."
Senyum licik terpancar di wajah Frea, tidak sia-sia selama ini Frea bersabar. Mau menjadi simpanan seorang CEO, dengan begini semua dendamnya akan terbalaskan. Dengan memanfaatkan CEO itu, semua rencana Frea akan terbalaskan.
Meski dulu Alya sempat memberikan nasihat pada Frea, soal bagaimana ia harus menjalankan hidup. Nyatanya, bagi Frea itu semua hanyalah omong kosong, toh pada akhirnya Eza kembali pada Alya, meskipun Alya harus mati terlebih dahulu.