Ana benar-benar tidak tenang, setelah pertemuannya dengan Kacir tadi siang Ana tau bahwa saat ini Frea sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan Ana dan Eza.
"Dari mana saja kamu, An?"
Begitu pintu kamar terbuka Eza langsung mengintrogasi Ana yang sedang sibuk mondar-mandir memikirkan semua kalimat Kacir tadi siang.
"Mas Eza,"
"Jawab saya, dari mana saja kamu? Apa sih yang ada dalam pikiran kamu, kamu gak mikirin keselamatan kamu sama anak kita?"
"Saya cuma pergi ke kafe di depan, kenapa mas Eza harus berlebihan seperti itu?"
"Jangan bohong, An!"
"Kenapa saya harus bohong?"
Memiliki duri dalam daging sungguh tidak nyaman, Ana dan Eza harus sering merasakan bagaimana tajamnya duri itu saat mengenai kulit mereka sedikit saja. Kepercayaan dipertanyakan, mereka bertengkar ka