Abizar melajukan mobilnya dengan pelan, di dalam mobil ia terus memikirkan ucapan Jovanka yang tidak akan tinggal diam. Wanita itu benar-benar sangat licik. Seharusnya sejak dulu ia menyadari semuanya. Bagaimana bisa ia dulu terbuai dengan keindahan yang wanita itu tawarkan sehingga membuatnya sama sekali tidak bisa membedakan kepalsuan itu.
Pesona wanita itu membutakan mata hatinya hingga ia benar-benar sampai bertekuk lutut kepadanya. Dan sekarang, saat ia menyadari semuanya, ia tidak menyangka perasaannya dengan gampang berpaling tanpa sedikitpun memikirkan apa yang ia dan wanita itu sudah lalui bersama. Yang ia rasakan kini adalah amarah dan muak.
Mobil Abizar terus melaju di jalanan yang sedikit sunyi, berada di daerah taman kota yang di sekitarnya juga terdapat beberapa lokasi tam