Keduanya saling pandang lalu Jelita langsung tertunduk malu dengan wajah yang memerah. Saking malunya, ia menutup wajahnya dengan bantal. Ia sama sekali tidak berani menatap Abizar lagi. Bisa-bisanya angin memalukan itu keluar di saat yang tidak tepat? Apa yang akan dipikirkan oleh Abizar terhadap dirinya sekarang? Abizar akan berpikir kalau dirinya adalah perempuan jorok yang tidak tahu etika. Dan kenapa pula angin yang keluar dari duburnya menimbulkan bunyi nyaring begitu? ingin rasanya ia menghilang saja ke angkasa raya dan tinggal selamanya di sana.
“Maaf, Pak. Aku tidak sengaja,” ucapnya sambil menahan malu. Wajahnya masih ia sembunyikan di balik bantal.
Abizar tersenyum, istrinya ini sangat lucu dan menggemaskan juga ternyata. Saat masih bersama, waktu yang mereka habiskan sangat s