“Kenapa Abizar? Kau sepertinya membeci anak itu? apa kau punya masalah sama dia?” tanya Oma. Gawat, ini pertanyaan macam apa? Abizar tidak bisa menjawabnya. Dia tidak mungkin bilang kalau dia cemburu kepada, bocah itu, kan? dan sebenarnya ia juga baru bertanya-tanya dalam hati kenapa ia bersikap seperti itu kepada Bima ? Harusnya ia lebih bijak dalam bersikap, apalagi ia tahu kalau istrinya itu hanya mencintainya dan menganggap Bima seperti saudaranya.
“Kenapa kau diam saja?” Oma rupanya masih menuntut jawaban.
“Tidak apa-apa Oma, aku hanya tidak suka pemuda itu terlalu dekat dengan Jelita.” Akhirnya Abizar berterus terang. Lagi pula, mau berbohong pun rasanya percuma.
“Kau itu terlalu kekanak-kanakan. Tidak sepantasnya kau cemburu pada anak itu. Aku perhatikan dia itu tulus. Jika pun d