Bima terus melaju bersama motornya membawa Kinan dalam boncengannya. Berbelok ke dalam halaman luas sebuah restoran dan memarkirkan motornya.
“Ayo turunlah, kita sudah sampai,” ucap Bima. Gadis yang sejak tadi terdiam di belakangnya itu pun turun dari motor dan menatap ke dalam restoran.
“Ini restoran jepang, kan?” tanya Kinan dengan mata berbinar.
“Iya, memangnya kau suka makan di restoran lain selain restoran Jepang?” ucap Bima sambil mengacak rambut adik sepupunya itu lalu melangkah masuk ke dalam. Kinan tersenyum senang. Ternyata masih ada yang peduli dengan keinginannya.
“Ih…kakak tunggu!” teriak Kinan sambil buru-buru meletakkan helm di atas jok motor.
Kinan pun berjalan cepat untuk mengejar Bima yan sudah melangkah lebih dulu. Bima memilih tempat duduk dan memanggil pelayan res