Bima sedang mengecek kondisi motornya di halaman saat mobil Yuna masuk dan berhenti tepat di hadapan Bima.
“Hai…” sapa gadis cantik itu setelah turun dari mobil.
Bima menghentikan kegiatannya dan tersenyum ke arahnya.
“Motormu kenapa?” tanya Yuna sambil menyentuh motor sport besar berwarna hitam itu.
“Enggak apa-apa sih, hanya saja tadi sepertinya aku melindas sesuatu, tapi setelah aku cek, gak ada masalah,” ucap Bima.
“Syukurlah kalau begitu, aku pikir si garang ini tidak bisa membawaku ke mana-mana lagi. Padahal aku rencana mengajakmu menemaniku ke tem…”
“Kakak… !!” keduanya terkejut, dari arah gerbang seorag gadis cantik berlari ke arah mereka.
“Kinan…? ada apa sampai kau lari-lari kayak anak kecil begitu?” tanya Bima.
“Ini sangat urgen Kak, pokoknya kakah harus menolongku,” uc