Jelita hanya terdiam, ia menggigit bibir bawahnya mencoba menenagkan perasaannya. sebenarnya ia ingin langusng menerima dan mengiyakan pernyataan Abizar. Tapi harga dirinya yang terluka dan masih butuh beberapa waktu untuk pulih, membuatnya menggeleng.
“Aku belum bisa begitu saja menerima perasaanmu, Pak. Dan maaf jika aku belum bisa mengikuti apa yang Bapak minta. Aku masih membutuhkan waktu untuk pulih,” ucap Jelita.
“Tapi sampai kapan, Jelita? aku sudah bersabar, kau tahu kan yang terjadi saat itu hanya karena aku tidak punya pilihan lain. Aku terpaksa melakukannya. Jelita aku mohon, tolong maafkan aku. Aku ingin bersamamu, hatiku sangat tersiksa tanpamu. Aku merasa kehilangan arah tanpamu di sampingku. Hati ini hampa tanpamu, aku datang dengan membawa apa yang telah aku janjikan. Aku