“Sebenarnya, anak itu bukan anaknya Cindy. Dia adalah anak adopsi kami berdua.” Terpaksa Jovanka berbohong.
“Apa? anak adopsi kalian berdua? Wah Jovanka, ternyata sedikit demi sedikit kau mengeluarkan semua rahasiamu,ya. Aku terkejut,” sindir Abizar. Di dalam hati ia mengakui kalau wanita di hadapannya ini cukup lihai mengalihkan perhatian. Ia berbohong demi menutupi kebohongan lain.
“Bu-bukan begitu maksudku, Mas. Aku menyembunyikan ini darimu karena aku pikir kau tidak akan menerima keputusan sepihakku. Lagipula, anak itu buka hanya aku yang mengadopsinya tapi juga Cindy. Dia yang lebih dulu memiliki ide untuk mengadopsinya, aku hanya menyetujuinya saja degan catatan, anak itu harus berada di tempatnya.” Jovanka berusaha mengarang alasan yang terdengar logis.
“Hah, baiklah terserah ka