Hari itu aku menjadi memikirkan keberadaanmu terus di sekolah tapi sangat tidak mungkin jika aku berbicara atau menceritakannya kepada temanku. Setelah seharian belajar akhirnya jam pulang sekolah tiba, sampainya di rumah aku langsung mengirim pesan kepadanya karna ingin tau kenapa tadi tidak ada di sekolah.
“hai, ko tadi ga keliatan di sekolah? Ga masuk ya?”
“iya, lagi males sekolah”
“dasar cowo emang senangnya ga sekolah ya”
“baru kali ini ko”
“besok jangan gitu lagi, ga sayang apa sekolah bayaran tapi malah bolos gitu”
“iya na besok ga akan bolos lagi”
“bagus gitu dong”
Percakapan di line itu berakhir karna dia tidak pernah mencari topik pembicaraan, akhirnya pesan terakhir yang ku kirim juga hanya dibaca saja olehnya. Ini juga salah satu sikapnya yang tidak aku suka dia terkadang cuek, tapi aku selalu berusaha untuk tidak memperdulikan itu asal dia masih membalas pesanku itu tidak jadi masalah. Dengan sikapnya yang labil terkadang peduli dan tidak itu tidak pernah merubah perasaanku terhadapnya. Hari – hari ku lalui dengan sama saja, temanku yang tidak pernah tau kedekatanku dengannya dan pacar ku yang semakin jauh juga dari hubungan ini, bukan hanya pacar ku yang tidak tau kalau aku sedang dekat dengan orang lain tapi adik kelas ku ini juga tidak tau kalau aku sudah memiliki pasangan karena memang aku tidak pernah mengungah kebersamaan ku denganya di social media mana pun. Hati ku juga semakin labil sebenarnya siapa yang ingin aku perjuangkan dia yang semakin jauh atau atau adik kelas ku yang tidak ada perubahan sama sekali, aku bukan perempuan yang suka meminta kejelasan hubungan dengan cepat, menurutku selagi hubungan ini berjalan dengan baik tidak ada kejelasan juga tidak apa, tapi permasalahannya adalah aku takut juga di lain sisi pacar ku ini tau kalau aku sedang dekat dengan orang lain. Aku juga takut kalau adik kelas ku tau aku punya pacar dia akan menjauhiku. Setelah lama kita dekat yang aku tau adik kelas ku ini juga tidak dekat dengan perempuan lain, itu malah membuatku semakin merasa bersalah kalau saja dia tau sebenarnya aku sudah punya pasangan. Waktu itu setelah melaksanakan ujian akhir semester, minggu depannya kita akan ada pengambilan rapot untuk semua kelas. Hari ini tiba saatnya pengambilan rapot, biasanya aku biasa saja saat datang ke sekolah untuk pengambilan rapot bersama bapak ku. Tapi kali ini berbeda, kelas ku yang memang dekat dengan tata usaha sedang ramainya karna orang tua yang sedang membayar uang bulanan sekolah sebagai syarat pengambilan rapot. Saat aku sedang mengobrol dengan temanku di depan kelas dia lewat dengan ibunya, lalu temanku iseng berbicara
“eh Diana itu ada ibu mertua kamu”, temanku yang satu ini memang tidak bisa menjaga omongannya aku yang gugup pun bingung dan menjadi salah tingkah, yang terjadi aku hanya senyum. Dia dan ibunya pun langsung melihat ke arahku dan tersenyum. Untuk pertama kalinya juga aku senang dilihat seperti itu oleh ibunya karna memang aku tidak pernah bertemu sebelumnya. Ketika selesai pengambilan rapot aku dan bapak pulang kerumah, ternyata dia mengirim pesan diline ku. Katanya ibu nya tadi saat melihat ku bertanya “itu siapa” aku yang membaca antara senang dan tidak enak hati lalu kujawab saja “beneran di tanyain?maaf ya temanku memang iseng” balas ku yang takut dan senang, katanya “iya benar ditanyain tuh kamu, aku bilang aja itu teman” setelah itu kami membahas soal nilai rapot dan kejadian tadi di sekolah, ada satu pesan yang membuat ku berbunga-bunga, katanya dia ingin mengenalkan ku pada ibunya, perasaan ku saat itu sangat senang sekali. Saat aku sedang asyik membuka i********: aku melihat dia membuat story i********: dengan anak kecil, langsung saja aku reply dan tanya itu siapa, keponakannya ternyata dia terlihat lucu dengan mata sipit dan sedang duduk di motor kuning miliknya.
“Arsen namanya” jawaban dia setelah aku bertanya itu siapa “bagus ya namanya” pesan yang aku kirim padanya. Sebenarnya aku tidak terlalu suka anak kecil tapi entah kenapa yang berhubungan dengan dia akan menjadi perhatian untuk ku. Kamu mengubah segalanya yang ada pada diriku, segala sesuatu yang tidak aku sukai jadi aku suka. Kamu punya pengaruh terhadap kebahagiaan kecil yang aku lalui setiap harinya. Obrolan secara langsung yang jarang kita lakukan dan menjadi asing saat sedang berada di sekolah pun tidak pernah aku permasalahkan. Malah semua sikap mu yang mungkin menurut orang lain menjengkelkan bagiku tidak, paras mu yang tidak ganteng pun menjadi daya tarik untuk ku, kamu bukan laki – laki yang memiliki paras rupawan dan suka memerkan harta adalah salah satu alasan aku tertarik, kesederhanaan yang kamu punya dan apa adanya menjadi pembelajaran juga untuk ku, untuk apa mempunyai pasangan yang ganteng tapi tidak bahagia. Kamu juga tidak pernah mempermasalahkan fisik ku yang tidak cantik ini. Dengan mu aku bisa menjadi diri sendiri dan tidak takut untuk menunjukan seperti apa sikap ku sebenarnya, kamu juga tidak pernah marah saat aku tiba-tiba menjadi orang yang menyebalkan dengan marah atau ngambek tidak jelas. Kamu selalu punya cara agar aku terhibur dan tertawa. Aku juga suka saat kamu selalu memberitahukan aku tentang kegiatan mu yang kamu lakukan setiap hari tanpa harus aku tanya dulu, candaan mu setiap kali kita lagi berkabar juga mampu membuat ku tertawa secara tidak langsung. Kamu juga tidak pernah memperdulikan orang yang suka mengejekmu walaupun memang itu sedang bercanda. Ini sebenarnya yang menjadi alasan ku juga kenapa aku belum menceritakan tentang kita keteman dekatku. Karna mereka adalah perempuan yang menilai laki-laki dari tampang saja. Aku tidak mau mereka mengomentari tentang wajah mu yang biasa saja, karna menurutku bahagia memang tidak selamanya didapat dari fisik dan harta seorang laki-laki. Kalau saja mereka aku ceritakan pasti mereka akan bertanya kenapa aku tidak cari yang lebih ganteng ataupun kaya. Mereka tidak pernah paham rasanya mencintai lewat kekurangnnya dan diterima karna kekurangan yang ada dalam diri sendiri. Jalan dengan motor tua miliknya bercanda di atas motor berdua dan keliling pun itu sudah menjadi sebuah kebahagiaan. Kenapa kebanyakan manusia ingin memiliki pasangan yang cantik, kaya, dan ganteng padahal itu sama sekali menjadi patokan untuk menjadi bahagia. Aku ingin sekali memberitahukan tentang kita kepada mereka kenapa aku mau dekat denganmu. Aku juga ingin memberitahukan bahwa rupawan tidak selamanya menjadikan mereka bahagia, tapi untuk apa karna pada kenyataanya semua orang punya standar sendiri untuk memiliki calon pacar mereka.