Kalau memang menurut mereka fisik membuat mereka bahagia aku akan mendukung saja, tapi aku tidak suka jika nantinya mereka malah merendahkanmu. Karna aku menyukai semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kamu. Kebodohan ku terus melanjutkan hubungan ini saat mempunyai pasangan juga terus aku lakukan. Di lain sisi pacar ku tidak pernah juga memperjuangkan hubungan ini agar menjadi lebih baik, aku rela kalau saja dia meninggalkan ku karna memang itu yang terbaik. Aku dengan dia juga tidak mungkin jika dilanjutkan karna kami berbeda agama. Aku selalu berfikir kenapa kehidupan soal cinta ku tidak semulus perjalanan orang lain, aku kadang lupa bahwa garis hidup manusia itu berbeda dan tidak bisa kita bandingkan. Untuk apa aku melanjutkan hubungan yang kedepannya sudah jelas gelap dan tidak mungkin bisa. Kami juga sudah ada diambang putus karna permasalahan ini, ldr beda kota saja sudah susah kami jalani dengan berbagai macam masalah ditambah kami berbeda agama itu juga semakin sulit untuk kami lanjutkan, aku sayang dengan nya tapi aku juga harus rela kehilangannya. Aku ingin mengucapkan kata maaf karna telah membohonginya selama ini dengan bermain di belakangnya dan tidak jujur akan hal ini. Semoga kalau dia akan membaca cerita ini dia akan memafkan kesalahan ku, dan aku juga terima kalau ternyata dia juga bermain di belakangku. Semoga aku dan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi jika pada nantinya kita memiliki pasangan, menjadi orang yang lebih setia lagi, bukan bermain dibelakang pasangan sendiri karna sakit yang dirasakan dari sebuah perselingkuhan tidak akan mudah dilupakan. Semoga juga kamu menemukan pasangan yang seiman dengan mu. Pada akhirnya tiba diawal bulan Desember ini kita berpisah. Perjalanan kisah cinta kita selesai karna sebuah pengkhianatan bukan aku yang melakukan tapi dia, rasanya selama ldr ini sangat tidak artinya jika harus diakhiri dengan selingkuh, iya ternyata kamu sendiri yang melakukan itu. Aku tidak sepenuhnya menyalahkan dia karna menurutku aku juga salah dalam hal ini dan mungkin adalah karma untukku yang juga sedang dekat dengan adik kelas ku sendiri. Setelah aku mengalami ini dengan mantan pacar ku yang berada di Jogja. Aku jadi punya pembelajaran hidup bahwasannya segala yang kamu perbuat hal baik atau pun buruk secara lambat atau cepat akan ada balasannya, jika kamu ingin dicintai sebegitunya kamu juga harus mencintai pasanganmu seperti kamu ingin dicintai, sebuah kejujuran dan rasa percaya akan pasangan menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk dijalani dan semoga kedepannya kita menjadi pribadi yang lebih lagi, mantan ku ini namanya Jessa. Jes semoga kamu dan keluarga kamu selalu bahagia dalam hal apapun, intinya aku Cuma mau minta maaf karna juga salah dalam hal ini, kamu baik sebenarnya hanya memang namanya kaum muda belum bisa menentukan hatinya yang tepat untuk siapa dan selalu mencoba untuk mencintai dua orang sekaligus dalam sebuah hubungan. Pada akhirnya hanya ini yang bisa aku tulis tentang mantan ku ini, selesai.
Jakarta, 31-12-18
Hari ini semua orang senang karna sebentar lagi adalah malam tahun baru terakhir , ada yang sudah janjian dengan teman alumni sd/smp nya atau ada yang sedang berjalan – jalan dengan pasangannya ada pula yang hanya terdiam di kamar dan tidak pergi kemana pun karna memang tidak memiliki rencana apapun juga, dia hanya mendengar lagu lagu mellow diplaylist ponselnya. Dia berfikir hari ini bukan lah hari yang berbeda dan sama saja, tidak ada yang istimewa. Sedang asiknya bersedih karna terbawa suasana dan pemikiran yang kemana – mana akhirnya sekitar jam delapan malam dia memutuskan untuk mandi karna ada harapan kecil mungkin akan diajak keluar oleh adik kelasnya ini walaupun mereka sedang tidak saling berkabar seperti biasanya. Setelah selesai mandi dan dia mengecek ponselnya ternyata benar saja adik kelas ini memberinya kabar dan akan mengajak keluar rumah untuk melihat kembang api di jalan dan berkeliling. Saat itu aku bingung ingin mengiyakan saja atau menolak, setelah dengan pertimbangan dan malas untuk keluar rumah akhirnya aku menolak ajakannya, akhirnya malam itu hanya aku habiskan untuk membaca w*****d dan melihat postingan i********: orang lain yang sedang asyik di luar rumah untuk merayakan tahun baru. Tepat saat bunyi kembang api dan petasan di luar rumahku ramai yang aku lakukan adalah berdoa untuk kehidupan ku selanjutnya. Oh iya, setelah ajakannya ku tolak dia tidak lagi membalas pesanku mungkin sedang sibuk juga bersama temannya atau dia mungkin marah karna aku menolak ajakan nya untuk jalan bareng. Sudah tiba saat nya liburan panjang akhir tahun ini dan sangat membosankan bukan hanya karena aku tidak pergi kemana – mana tapi dia juga semakin menjauh dan tidak pernah terdengar lagi kabarnya untuk sekedar menyapa ku lewat pesan line atau isntagram. Sudah sejauh tiga bulan lamanya aku mengenal sosok adik kelas ku ini, sikapnya yang menyenangkan dan terkadang cuek namun sebenarnya perhatian hanya saja perhatiannya itu tertutup dengan rasa gengsi yang super besar yang ada pada dirinya. Selama itu pula aku berfikir apa aku ada salah sehingga dia menjauhiku atau memang dia sudah bosan dengan kedekatan kita. Hari ini tepat dua minggu setelah libur tahun baru kita kembali masuk sekolah lagi dengan tahun ajaran baru dan suasana yang sama. Hari pertama masuk sekolah masih aku lakukan untuk melihat keberadaan motor tua itu dan pemiliknya. Benar saja setelah beberapa menit aku di luar kelas dan melihat kearah parkiran sang pemilik motor datang dengan si kuning tua itu, melihat nya dari jauh saja sudah bisa membuat hati berbunga apa lagi kalau kita kembali dekat seperti waktu itu, tidak apa setidaknya aku tetap bisa melihat dia sekolah dan masih memperhatikannya. Pada semester ini aku sedang sibuk – sibuknya karena beberapa bulan lagi akan dilaksanakan ujian nasional. Kesibukan ku untuk menghadapi ujian sangat membantu dalam masa moveon dari adik kelas ku yang mulai menghilang dan tak ada kabar walupun sesekali aku masih melihatnya di sekolah atau tidak sengaja bertemu di kantin. Jujur sebenarnya aku rindu akan candaan nya di obrolan via line kita, aku ingin sekali menyapa nya duluan tapi tidak berani karna takut mengganggu dia. Setiap kali kita tidak sengaja beradu mata di sekolah aku selalu ingat bagaimana beberapa bulan lalu kita begitu dekat, dan sekarang seperti orang yang asing. Semua memang sudah ada masanya mungkin sekarang masa kedekatan kita sudah selesai dan tujuan ku sekarang adalah harus menjauhkan fikiran tentang dia dan focus untuk ujian nasional.